Lingsir Wengi

Maka sudah menjadi tugas orang tua membimbing mengarahkan agar tidak salah memilih idola. Sebab sebentar lagi akan memasuki gerbang kehidupan baru yang mungkin jadi banyak mengharu biru. Seyogyanya suka meniru tindak tanduk sang gurulaku, yang sabar membimbing setiap waktu serta tak pernah menggerutu. Gak usah suka berpangku namun pandailah memanfaatkan waktu. Asmarandana ialah saat-saat yang menjadi determinan, apakah dirimu akan jadi orang bermutu, atau gagal menata kehidupan.


Basis manusia masih enom hidupnya sering salah kaprah. Tuk peserta didik melantunkan Tembang Macapat bukanlah hal yg mudah.


Jabang bayi berkembang menjadi remaja sang pujaan dan dambaan jamaah tua dan keluarga. Jamaah tua menjadi gelisah, siang malam selalu berdoa dan menjaga agar pergaulannya gak salah arah. Meskipun awak sudah besar namun remaja belajar hidup masih sulit. Pengalamannya belum banyak, batinnya belum matang, masih hampir sering salah menentukan arah dan langkah. Maka segala tindak tanduk menjadi pertanyaan did bapa dan ibu.



Mereka menganggap Tembang Macapat lebih sulit dilantunkan dibandingkan lagu-lagu jaman kini. Tambah lagi, lagu Lagu Macapat identik dengan lagunya orang tua.


Asmarandana atau asmara dahana yakni api asmara yang membakar jiwa dan raga. Kehidupannya digerakkan oleh motifasi tumpuan dan asa asmara.


Hidup menjadi terasa semakin hidup lantaran presea asmara membahana dari pada dada. Biarlah asmara membakar semangat hidupnya, yang berarti jangan sampai terlena. Jika tidak, akan menderita dikejar-kejar tanggungjawab salah pergaulan kebebasan sex. Sebaliknya akan hidup mulia dan tergapai cita-citanya.


Membayangkan dirinya bagaikan sang pujangga atau pangeran muda. tembang sinom yang dicitakan haruslah terlaksana, tak pandang bulu berkaitan akibatnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*